Prestasi Departemen/ Prodi

Departemen Anestesiologi Dan Reanimasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Pecahkan 3 Rekor dalam Pelatihan Massal BLS

Dalam rangka melaksanakan tri darma perguruan tinggi yaitu : pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat maka fakultas kedokteran universitas airlangga berkerjasama dengan departemen anestesiologi dan reanimasi Universitas Airlangga, RSUD dr soetomo Surabaya, Perdatin Jawa Timur, RSUD dr saiful anwar, RSUD dr soedono Madiun, RS Universitas Airlangga dan berbagai lembaga swadaya masyarakat menyelenggarakan kegiatan pelatihan massal bantuan hidup dasar ( basic life support) untuk awam yang ditujukan kepada santriwan, santriwati pondok modern darul ma’rifat Gontor 3 dan pondok modern Darussalam gontor putri kampus 5 kediri yang akan diadakan pada tanggal 25 desember 2016 yang akan bertempat di AULA pondok modern darul ma’rifat Gontor 3 dan pondok modern Darussalam gontor putri kampus 5 Kediri. Bentuk kegiatan yang  dilaksanakan yaitu dengan memberikan pendidikan, pelatihan dan penelitian tentang bantuan hidup dasar. Kegiatan ini akan diikuti oleh 1656 peserta yang terdiri dari santriwan dan santriwati pondok pesantren Gontor Kediri. Kegiatan ini juga melibatkan instruktur dalam jumlah besar yaitu 400 Instruktur yang terdiri dari 21 orang dokter spesialis anestesi, 69 orang dokter umum, 175 mahasiswa kedokteran universitas airlangga, dan 135 orang tenaga medis lainnya. Kegiatan yang diprakarsai oleh Departemen Anestesiologi dan Reanimasi Fakultas kedokteran Universitas Airlangga ini merupakan prestasi di dunia pendidikan dalam hal pelatihan massal basic life support dan tercatat dalam rekor lembaga prestasi Indonesia dunia (LEPRID). Adapun tiga rekor yang dicapai adalah :

  1. Pelatihan missal basic life support untuk awam dengan jumlah peserta dan instruktur terbanyak,
  2. Pijat jantung massal nonstop selama 15 menit dengan total pijatan 198.000 kali pijatan di pondok Gontor Kampus 3 putra dan 102.600 kali di pondok Gontor  Kampus 5 Putri.
  3. Rekor Pemrakarsa Pelatihan Massal Basic Life Support dengan instruktur dan peserta seluruhnya perempuan terbanyak di pondok Gontor Kampus 5 Putri.

Kegiatan ini sekaligus mencanangkan Basic Life Support Citizen Community di Kediri dan merupakan pencanangan lanjutan dari pencanangan komunitas yang sama sebelumnya di Surabaya, tujuan utamanya adalah terbentuknya kesadaran masyarakat terhadap BLS , saat ini diperkirakan total anggota sekitar 3000 orang. Kegiatan ini kami persembahkan sebagai wujud pengabdian kami kepada negara yang kami cintai, Indonesia. Kami berharap kegiatan ini menjadi embrio dan awal untuk kegiatan-kegiatan positif lain dalam rangka menyehatkan dan memajukan masyarakat.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Kediri, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, serta LSM yang ikut berprtisipasi serta diliput oleh media masa dan elektronik. (DWS/WOW)

image

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga , Prof.DR.dr.Soetojo,SpU (K) menerima Piala Rekor dari Direktur LEPRID. Tampak Pula DR.dr.Hamzah,SpAn.KNA, Kepala Departemen Anestesiologi dan Reanimasi sebagai pemrakarsa kegiatan besar ini.

DR.dr.Christrijogo Sumartono W,SpAn.KAR, sebagai Ketua PERDATIN menerima penghargaan medali Rekor dari Direktur LEPRID

DR.dr.Arie Utariani, SpAn KAP menerima Penghargaan Rekor dari Direktur LEPRID di Ponpes Gontor kampus 5 Putri

Pose bersama pimpinan pondok, direktur LEPRID dan para penerima Medali Rekor di Ponpes Gontor kampus 5 Putri

Prof. Dr. H.R. Eddy Rahardjo, dr.SpAnKIC.KAO dan KH. Drs.Hariyanto Abdul Jalal pimpinan Pondok Modern Darul Ma’rifat Gontor kampus 3 bertukar Cinderamata dihadapan seribu lebih santri

Berawal dari Obrolan minum Kopi, dapat menghasilkan 2 Paten dan 5 Hak Cipta Produk Kedokteran

Setelah Sukses memecahkan Rekor Dunia BLS beberapa waktu lalu, Syukur Alhamdulillah Departemen Anestesiologi dan Reanimasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali menorehkan Prestasi dengan tinta emas dibidang Riset. Pada tahun 2016 ini kami berhasil mendaftarkan 7 Hak Kekayaan Intelektual dengan rincian 2 Hak Paten dan 5 Hak Cipta yang dilindungi Undang-Undang. Adapun ide prestasi tersebut berawal dari hanya obrolan Kopi para Staff Departemen kami untuk membahas mahalnya alat kedokteran saat ini serta keinginan untuk menciptakan suatu standar pendidikan kedokteran yang tinggi dengan kondisi yang terbatas. Dari permasalahan tersebut terciptalah suatu produk-produk yang kami ajukan untuk mendapatkan paten. Melalui produk-produk  ini diharapkan dapat memangkas biaya alat kedokteran yang selangit menjadi sangat murah, dengan kualitas yang sama bahkan lebih tinggi dengan penyempurnaan fungsi yang dikaitkan dengan proses pendidikan.

Salah satu produk yang kami ciptakan adalah Videolaryngoscope Murah untuk kebutuhan Pelayanan dan Pendidikan.  Selain untuk membantu proses Intubasi pada kondisi Airway Sulit , Video laringoskop ini  memungkinkan  proses laringoskopi dapat terlihat dari layar yang dapat dihubungkan ke layar komputer maupun smartphone, sehingga memungkinkan untuk live streaming maupun tujuan dokumentasi pendidikan. Adapun Ukuran Blade yang kami sediakan mulai blade panjang no 4 untuk pasien dewasa dengan overweight  hingga  ukuran no.00 yang digunakan pada intubasi bayi neonatus premature dengan berat < 1000 gram. Videolaryngoskop ukuran ini sangat jarang di pasaran. Keunggulan juga  Alat ini dapat merekam audiovisual yang terjadi selama proses laringoskopi dan hasilnya dapat disimpan berupa softcopy di dalam komputer/smartphone. Rekaman tersebut dapat membantu departemen anestesi untuk melakukan evaluasi kemampuan intubasi setiap residen dalam proses belajar mengajar. Alat ini sangat murah dan kami telah melakukan studi bahwa fungsi alat ini sangat baik serta dapat menggantikan Videolaryngoscope buatan pabrik yang harganya jauh lebih mahal. Sejak Jaman dahulu Safety dari dokter anestesi itu selalu dikaitkan dengan safety seorang pilot , alat ini dapat menjadi terobosan baru menjadi “Black Box” dalam tindakan Intubasi.

Selain karya tersebut juga kami buat suatu karya paten lain berupa simulator alat Injeksi Peripheral Nerve Block (PNB) dengan Panduan Ultrasonografi untuk mengetahui anatomi syaraf. Alat ini berguna untuk proses pendidikan keterampilan intervensi dengan menggunakan USG guiding.

Selain itu kami juga membuat Karya Sinematografi untuk promosi kesehatan Basic Life Support penanganan henti jantung pada Awam.  Film pendek ini berkisah tentang pentingnya pertolongan pertama pada suatu kegawatan henti jantung yang dialami oleh seorang lelaki. Beruntung laki-laki tersebut segera ditemukan oleh orang di sekitar yang melihat kejadian tersebut dan segera dilakukan pertolongan berupa pijat jantung dan “Call For Help/meminta bantuan” untuk meminta bantuan tim medis Advance. Walaupun mengalami beberapa kali kegawatan jantung, namun lelaki ini akhirnya selamat dan diberikan perawatan lanjutan di Ruang ICU. Hal tersebut sangat ditentukan oleh respon awal dan pijat jantung seawal  mungkin setelah jantung berhenti.Melalui film pendek ini kami mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk berperan serta bersama-sama berusaha memberikan pertolongan BLS (Basic Life Support) berupa pijat jantung dan call for help agar keberhasilan penanganan henti jantung menjadi lebih tinggi , Karena keberhasilan terapi Dokter juga sangat bergantung dari respon awal masyarakat. Kita tidak tahu sampai dimana umur seseorang dan musibah/cobaan dapat terjadi sewaktu-waktu dan dimanapun. Oleh karena itu semboyan TIME SAVING IS LIFE SAVING perlu kita sebarkan , agar lebih banyak lagi senyum yang tercipta dan amal yang berbuah kebaikan di negeri ini.

Daftar Hak Paten Kekayaan Intelektual Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK Universitas Airlangga-RSUD Dr.Soetomo Perolehan tahun 2016

No

Judul Paten

Nomor Hak Paten

Kode Barcode

Tanggal Pendaftaran

1

Simulator alat Injeksi Peripheral Nerve Block (PNB) dengan Panduan Ultrasonografi untuk mengetahui anatomi syaraf

P00201609053

HKI-APP-3509560

28 Desember 2016

2

Modifikasi Lampu LED dan Alat Perekam Audiovisual pada Laringoskop yang dapat Terhubung dengan Gadget, LCD, dan Laptop

P00201609054

HKI-APP-3509599

28 Desember 2016

 

Daftar Hak Cipta Kekayaan Intelektual Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK Universitas Airlangga-RSUD Dr.Soetomo Perolehan Tahun 2016

No

Judul Hak Cipta

Nomor Hak Cipta

Kode Barcode

Tanggal Penerbitan

1

Alat Peraga Video Laryngoscope ukuran 4 dengan nama Soni-Pujo VL Scope

C00201605813

HKI-APP-88802

28 Desember 2016

2

Alat Peraga Video Laryngoscope ukuran 3 dengan nama Soni-Arie VL Scope

C00201605812

HKI-APP-88801

28 Desember 2016

3

Alat Peraga Video Laryngoscope ukuran 00 dengan nama Soni-Lucky VL Scope

C00201605811

HKI-APP-88800

28 Desember 2016

4

Karya Sinematografi Tutorial Video Laryngoscope dengan judul “Video Peraga VL-Scope ARA (Video Laryngoscope Anestesi dan Reanimasi)”

C00201605810

HKI-APP-88799

28 Desember 2016

5

Karya Sinematografi Video Tutorial Basic Life Support dengan judul “Video Tutorial Time Saving is Life Saving”

C00201605809

HKI-APP-88798

28 Desember 2016

 

Semua Produk yang dihasilkan ini rencananya akan kami publikasikan pada acara Symposium “Emergency for Every Doctor” besutan Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK Universitas Airlangga yang diadakan di Hotel JW Marriott, 27-29 Januari 2017. Demikian sederetan Prestasi Hak kekayaan Intelektual dari Departemen Anestesiologi dan Reanimasi, yang merupakan suatu penerapan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, semoga invensi ini dapat semakin memberikan manfaat bagi kemajuan Ilmu pengetahuan dan umat manusia.

 

Link : http://news.unair.ac.id/2017/02/05/dokter-anestesi-fk-unair-sukses-dapatkan-7-haki/